Profil seorang mahasiswa UKSW Salatiga di era tahun 80-an yaitu Jonathan Victor Rembeth, akrab dipanggil Victor Rembeth, dari Departemen Ilmu Bahasa – FKIP (sekarang Fakultas Bahasa dan Seni). Semasa kuliah ia sangat bersemangat menggali ilmu dari jurusan bahasa yang dipilihnya.
Selama 4 tahun berkuliah (1983–1987), ia merasakan bahwa masa perkuliahan telah membentuk intelektualitasnya dan menggembleng kepribadiannya menjadi mahasiswa yang kompeten sesuai bidang keilmuannya.
Victor Rembeth juga aktif dalam lembaga kemahasiswaan. Ia pernah menjadi Ketua BPMU (Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas). Keaktifan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar praktik demokrasi serta menumbuhkan tanggung jawab dalam mengambil keputusan bagi kepentingan banyak orang.
Di kampus UKSW, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat secara diplomatis. Hal ini menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja yang penuh tantangan.
Meskipun bukan dari Fakultas Teologi, berbagai pengalaman kepemimpinan yang ia ikuti menumbuhkan panggilan kemanusiaan dalam dirinya. Victor Rembeth kemudian memilih jalan hidup sebagai rohaniwan untuk melayani masyarakat.
Pada Juli 2025, melalui Sidang Paripurna DPR RI atas usulan Komisi VIII, Victor Rembeth terpilih sebagai Anggota Unsur Pengarah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) periode 2025–2030.
Keterpilihan tersebut merupakan akumulasi dari pengabdiannya selama hampir 20 tahun dalam bidang kemanusiaan, khususnya sejak bencana besar Tsunami Samudra Hindia tahun 2004.
Ia juga pernah terlibat dalam berbagai organisasi kemanusiaan seperti Humanitarian Forum Indonesia serta bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Harapannya bagi kampus tercinta UKSW adalah agar tetap memberikan ruang berpikir kritis, merayakan perbedaan, serta menanamkan nilai kemanusiaan kepada seluruh sivitas akademika.
Lex Orandi, Lex Credendi, Lex Vivendi