Suatu siang saya berjalan melintasi jalan di pinggir lapangan bola kampus UKSW. Di sana terdapat sebuah papan bertuliskan Lapangan Sepak Bola JOHN OSOK (Johanis Samuel Christian Osok) – Universitas Kristen Satya Wacana, seperti yang terlihat pada foto di atas.
Nama almarhum John Osok bagi masyarakat Salatiga sekitar tahun 1980-an merupakan nama yang sangat dikenal dan menjadi kebanggaan.
Saya mencoba mencari tahu tentang kehidupan John Osok. Beliau adalah mahasiswa UKSW sekitar tahun 1977 yang mengambil jurusan FKIP hingga menyelesaikan perkuliahan dan memperoleh gelar sarjana muda. Selama kuliah, John Osok tinggal di Asrama Mansinan (Asrama Irian) di sekitar Jalan Damarjati – Jalan Patimura, Salatiga.
John Osok sangat mencintai olahraga sepak bola. Dengan kemampuan bermain yang sangat baik, ia berhasil bergabung dengan klub PSIS Semarang dan ikut mengantarkan tim tersebut menjadi juara pertama dalam kompetisi Galatama, yaitu liga sepak bola semi-profesional dan profesional pertama di Indonesia yang berlangsung pada tahun 1974–1994.
Di kalangan masyarakat Salatiga, para penggemar sangat mengagumi tendangan fantastis John Osok yang dikenal dengan istilah “tendangan pisang”, yaitu tendangan melengkung yang sering menghasilkan gol.
Sekitar tahun 1990-an, John Osok menjadi kepala diklat sepak bola di Salatiga. Ia berhasil menemukan dan mengasah bakat para pemain muda daerah hingga menjadi pemain nasional yang disegani, seperti Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Gendut Doni Christiawan.
John Osok kemudian menikah dengan seorang gadis Jawa asal Salatiga dan membina rumah tangga di kota tersebut. Di luar dunia sepak bola, beliau berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara pada bagian Damkar (Pemadam Kebakaran) hingga masa pensiun. Setelah itu beliau kembali ke Papua dan meninggal dunia di tanah kelahirannya, Sorong, Papua Barat, pada 7 April 2021.
Sebagai bentuk penghargaan, kampus UKSW Salatiga menamai lapangan sepak bola utama di kampus tersebut dengan nama John Osok sebagai wujud penghormatan dan kebanggaan.
Dengan ketulusan dan dedikasinya, John Osok menjalani hidup sesuai panggilan hatinya serta mengabdikan diri pada dunia sepak bola yang sangat dicintainya.
(Sumber: berbagai informasi media sosial dan wawancara dengan Bapak Adrie, tetangga di Jalan Patimura, Salatiga)
Ikasatyaku_CM